Pamekasan - Panitia pelaksana (panpel) Arema FC
melarang kedatangan suporter dari Madura ke Stadion Kanjuruhan ketika
pertandingan pekan keenam Liga 1 antara tuan rumah Arema FC menghadapi
Madura United, Minggu 14 Mei.
Dalam surat bernomor
024/PANPEL/ARM/V/2017 yang ditandatangani ketua panitia Abdul Haris
menyatakan, dengan berat hati panpel Arema belum bisa memberikan kuota
untuk suporter Madura United. Penyebabnya, pertimbangan keamanan serta
kejadian saat pertandingan TSC 2016.
"Ini juga berkaitan dengan
ijin rekomendasi dari pihak keamanan. Mohon bantuannya agar suporter
Madura United tidak hadir untuk mendukung tim dimaksud," ujar Abdul
Haris melalui surat resmi yang sudah sampai ke semua elemen suporter di
Madura.
Atas pelarangan tersebut, beragam komentar datang dari
suporter. Salah satunya dari Fandi di Sumenep. Ia menilai keputusan
panpel Arema semakin menyulut permusuhan antar suporter. Padahal, selama
ini tidak pernah ada masalah serius antara Aremania dengan suporter
Madura.
"Semakin banyak suporter tamu dilarang ke Malang, maka
Aremania juga akan kesulitan kala mendukung timnya di luar kandang. Bagi
kami tidak masalah asalkan nanti Aremania juga jangan ke Madura,"
tegasnya.
Sementara pembina komunitas suporter Taretan Dhibik,
Faizal Ibra, sangat menyayangkan pelarangan suporter berangkat ke
Malang. Padahal menurutnya permasalahan antara Aremania dengan suporter
Madura United, khususnya Taretan Dhibik, telah selesai.
Pihaknya
berharap Panpel Arema dan pihak keamanan tidak mengeluarkan keputusan
sepihak. Karena bisa dilakukan musyawarah dengan suporter Madura United.
Jika pertimbangannya terkait bentrokan kecil antara kedua kubu suporter
di Stadion Kanjuruhan tahun lalu, Faisal mengaku sudah diselesaikan
dengan jalan damai.
"Perwakilan Aremania tahun lalu sudah meminta
maaf kepada Taretan Dhibik di Mapolres Pamekasan. Bahkan juga
difasilitasi Polres Malang. Jika memang demikian, berarti Panpel dan
Pihak Polres Malang tidak menghargai perdamaian tahun lalu," tegas pria
yang akrab disapa Ical itu. (MTN/OCI)
Komentar