Malang –
Tertangkapnya (6) enam terduga teroris pada Jumat, 19 Februari 2016 lalu oleh
Densus 88 Anti Teror, di Karang Ploso, Kabupaten Malang. Menandakan radikalisasi
ideologi mulai menyerang dan merambat ke seluruh tempat serta elemen
masyarakat.
Kehawatiran terhadap teroris di Malang meningkat, begitupun dengan Forum Komunikasi Alumni Lintas Generasi (Forligensi) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (Unitri) Malang gelisah dengan kejadian tersebut.
Seperti
yang diungkapkan oleh Mastodi Alfarisi sebagai Koordinator Forligensi, kita
hawatir dan gelisah apabila paham-paham radikalisme di Malang sebagai Kota
Pendidikan akan menjangkiti dan menyebar luas terhadap para Mahasiswa. Tuturnya,
Senin, 22 Februari 2016 saat dihubungi.
“Perlunya
deradikalisasi agar digalakkan, supaya paham-paham radikal yang menyebarkan
kebencian, mampu ditiadakan dan di musnahkan persebarannya”. Ungkapnya
menambhakan.
Mastodi
menambahkan, Pertama, Forligensi
mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk menanamkan faham Ahli Sunnah
Wal Jama’ah yang menjadi tradisi Nahdlatul Ulama (NU) secara langsung yang
bersentuhan dengan masyarakat di Malang.
“Kedua, pemuda dan mahasiswa wajib
mengenal nilai-nilai ideologi bangsa Indonesia, termasuk Pancasila sebagai
ideologi bangsa. Nilai filosofi Pancasila jangan hanya menjadi sekedar wacana,
melainkan sebagai terapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara”. Sambungnya.
“Ketiga, Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) tetap menjadi harga mati, tidak ada yang boleh mengganggu
gugat oleh siapapun, terlebih adalah paham-paham radikalisme”. Tegasnya sembari
mengakhiri. (Oci)
Komentar