Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan
Ideologi Pancasila Yudi Latief meminta masyarakat tidak berharap terlalu
banyak terhadap lembaga yang dia pimpin. Sebab, fungsi UKP-PIP hanya
berkoordinasi, mengendalikan, dan membenahi pengajaran Pancasila.
“Jangan over-ekspektasi karena unit ini tak terlalu luas
wewenangnya. Sebenarnya kewenangan terbatas, tapi ekspektasi publik
sangat besar,” kata Yudi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 7
Juni 2017.
Menurut dia, jalan terbaik memberikan pembinaan Pancasila, yaitu
dengan memberdayakan komunitas, relawan, dan elemen masyarakat. Ke
depan, kata dia, institusi negara hanya sebagai fasilitator.
“Yang sebenarnya harus bergerak itu simpul-simpul, relawan dari
berbagai komunitas. Gembala-gembala komunitas, rohaniawan, budayawan,
sineas, jurnalis, tua-tua adat itu akan kita jaring,” ujar dia.
Yudi menambahkan, UKP-PIP ke depan akan membantu Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan dalam merancang pengajaran Pancasila.
Tujuannya, agar pelajar tertarik mempelajari Pancasila.
Namun, kata dia, kewenangan menjadikan Pancasila sebagai pelajaran eksplisit berada di tangan Kemendikbud dan Kemenristekdikti.
“Kita hanya bisa membantu supaya pelajaran Pancasila menjadi bahan ajar dan bagaimana merancang sistem delivery-nya. Metodologinya itu harus lebih berbobot, menarik, lebih sesuai dengan perkembangan masyarakat,” kata dia. (MTN)
Komentar