JAKARTA - Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan
Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif berharap, unit baru yang
dipimpinnya semakin memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah
masyarakat.
Meski demikian, ia meminta publik tidak terlalu banyak berharap.
"Dibentuknya unit ini juga jangan over
ekespektasi karena unit ini tidak terlalu luas kewenangannya. Lebih
pada fungsi koordinasi dan pengendalian dan pembenahan pengajaran
pancasila di sekolah-sekolah," kata Yudi, seusai dilantik Jokowi, di
Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/5/2017).
"Sebenarnya kewenangan terbatas, tapi ekspektasi publik sangat besar," tambah Yudi.
Yudi
mengatakan, UKP-PIP sebagai institusi negara hanya fasilitator.
Sementara, kunci sukses pembinaan ideologi Pancasila ini tetap ada di
masyarakat.
"Yang bergerak itu simpul-simpul relawan dari berbagai
komunitas, saya kira gembala-gembala komunitas, rohaniawan, budayawan,
sineas, jurnalis, tetua adat, itu akan kami jaring dalam kontektivitas
supaya sama-sama melakukan pengisian dan bertanggung jawab dalam
pancasila," ujar Yudi.
Selain itu, UKP-PIP juga akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.
Misalnya
untuk menghidupkan kembali pelajaran mengenai Pancasila di sekolah dan
perguruan tinggi, maka UKP-PIP akan berkoordinasi dengan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.
"Kalau
kementerian terkait mewajibkan pelajaran pancasila sebagai pelajaran
eksplisit, kami hanya bisa membantu supaya pelajaran pancasila menjadi
bahan ajar, sistem delivery, metodologinya itu harus lebih berbobot,
menarik, lebih sesuai dengan perkembangan masyarakat," kata Yudi. (KOMPAS.com)
Komentar