Jakarta - Terbentuknya Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi
Pancasila (UKP-PIP) mengundang banyak tanya. Terutama ketika lembaga ini
dinilai publik mirip dengan badan yang dibentuk di era orde baru, BP7.
Program
dari BP7 atau Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman
Penghayatan dan Pengamalan Pancasila yakni mengkordinasikan penataran P4
(Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila). Namun Kepala Pelaksana
UKP-PIP Yudi Latif menepis anggapan bahwa lembaganya ini juga sebatas
memberi penataran saja.
"Ya, ada elemen yang kaitannya semacam
penataran, tapi mungkin namanya bukan penataran, tapi penyegaran. Tapi
dengan pendekatan yang baru, bukan hanya kognitif saja," ujar Yudi saat
berbincang dengan detikcom di kediamannya, Jl Bunga Lily, Bintaro,
Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2017).
Yudi menjelaskan bahwa nantinya
UKP-PIP akan memberikan pendekatan yang lebih atraktif untuk
mensosialisasikan Pancasila. Sehingga peserta didik bisa lebih paham
tentang makna Pancasila, tak sekadar menghafal.
"Di unit ini, kegiatan ini (penataran) hanya salah satu sisi saja," kata Yudi.
Dalam
sebuah penataran yang nantinya dibuat oleh UKP-PIP, akan ada peragaan
tentang praktik pelaksanaan yang sesuai dengan Pancasila. Yudi kemudian
mencontohkan tentang simulasi penerapan sila lima Pancasila yakni
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
"Misal keadilan
sosial, membikin project perubahan berdasarkan prinsip keadilan sosial.
Mungkin bantu di pasar untuk packaging-nya. Ini baru satu sisi yang
digarap UKP ini, tapi sisi lain kita juga ingin perluas peran
komunitas," ungkap Yudi.
Menurut dia, Pancasila digali dari bumi
Indonesia oleh Presiden pertama RI Sukarno. Nilai-nilai Pancasila sudah
ada sejak dahulu, namun memang belum dirumuskan menjadi lima dasar.
Oleh
karena itu peran komunitas masyarakat dalam membentuk makna Pancasila
menjadi penting. UKP-PIP akan merangkul komunitas-komunitas masyarakat
dalam menjalankan programnya.
Selain itu, Yudi juga menyebut bahwa
elemen UKP-PIP termasuk pula lembaga-lembaga negara dari pusat ke
daerah. Sehingga sosialisasi dan penanaman nilai Pancasila bisa lebih
massif.
"Jadi UKP ini kan diberi kewenangan untuk kordinasi dan
pengendalian baik kordinasi dengan lembaga tingkat pusat juga
pemda-pemda. Jadi nanti pemda kalau akan sosialisasi pancasila bisa
datang ke UKP untuk meminta advice atau memberi masukan-masukan
bagaimana Pancasila disosialisasikan di tingkat masing-masing," tutur
Yudi. (Detik.com)
Komentar