Pelatih Persepam Bakal Rasakan Atmosfer yang Janggal -->

Iklan Semua Halaman

Pelatih Persepam Bakal Rasakan Atmosfer yang Janggal

Rabu, 10 Mei 2017

Pemudapost - Bagi Pelatih Persepam Madura Utama Rudy William Keeltjes, Persebaya Surabaya adalah lawan yang paling spesial di grup 5 Liga 2. Spesial, karena sebetulnya dalam diri Rudy juga mengalir darah ’’hijau’’.

Saat masih berkarir sebagai pemain, pelatih kelahiran Situbondo tersebut pernah menjadi bagian dari Persebaya. Rudy muda bermain untuk skuad Green Force sejak 1975 hingga 1979. Momen yang paling berkesan adalah saat Rudy membawa Persebaya menjadi kampiun Perserikatan pada 28 Januari 1978. Persebaya juara setelah menundukkan Persija Jakarta dengan skor 4-3. Rudy ikut menyumbang satu gol kemenangan Green Force.

Setelah gantung sepatu, Rudy juga sempat mengabdi untuk Green Force sebagai pelatih. Periode itu dia jalani pada musim 2000–2001. Green Force yang dia tangani saat itu berhasil mencapai semifinal Liga Indonesia.

Nah, Kamis (11/5), Rudy kembali ke Surabaya. Rudy pun akan merasakan atmosfer yang janggal di Gelora Bung Tomo (GBT). Sebab, dia datang dengan menyandang status sebagai lawan. Rudy yang menangani Persepam Madura Utama harus menghadapi klub yang pernah melambungkan namanya. ’’Tentu, sebagai warga Surabaya, saya sangat mengharapkan Persebaya bisa kembali berprestasi seperti dulu,’’ kata Rudy. ’’Namun, untuk profesionalitas, Persepam tentu menjadi prioritas saya saat ini. Saya akan menghadapi mereka (Persebaya) sebagaimana tim lain,’’ imbuh pria 63 tahun tersebut.

Meski laju Persebaya saat ini tersendat, Rudy yakin Rendi Irwan dkk akan bangkit. Rudy pun berharap Persepam dan Persebaya bisa sama-sama lolos ke Liga 1. Rudy juga memberikan tip buat Persebaya jika ingin melaju ke Liga 1. Menurut dia, pemain harus punya kebanggaan saat mengenakan kostum hijau Persebaya. ’’Istilahnya, pemain harus rela mati bagi Persebaya. Dari mana saja para pemain berasal, sudah harus ’’ijo” saat berada di Persebaya,’’ tegasnya.

Menurut Rudy, siapa pun pelatih yang menangani Persebaya, pemain harus punya jiwa ngeyel di lapangan. ’’Karakter Persebaya selama ini adalah permainan yang cepat dan keras. Para pemain harus selalu bisa mempraktikkan hal itu kalau ingin bisa berbicara banyak tahun ini,’’ ujarnya. (Jawapos.com/Oci)