Investasi Terbuka untuk Swasta -->

Iklan Semua Halaman

Investasi Terbuka untuk Swasta

Sabtu, 02 April 2016
Foto: Google
Pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi swasta yang ingin berinvestasi di sektor maritim. Ada berbagai jenis usaha yang bisa dimasuki sektor swasta, antara lain pelabuhan, pelayaran, hingga perawatan kapal.

"Pemerintah tidak lagi bisa membiayai infrastruktur transportasi dengan APBN dan APBD. Oleh karena itu, ada banyak bidang usaha yang bisa diambil sektor swasta. Perizinan akan kami mudahkan," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat membuka diskusi Peluang Investasi Swasta dalam Pengembangan Infrastruktur Perhubungan Laut yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan dan Bisnis Indonesia, Selasa (29/3), di Jakarta. Seperti dilansir dari Kompas, 30 Maret 2016.

Jonan menjelaskan, saat ini siapa saja boleh membangun pelabuhan laut dan udara. Pengusaha akan diberi masa konsesi sesuai investasi yang ditanam. "Namun, setelah masa konsesi selesai, semua fasilitas dan tanah harus diserahkan ke negara karena semua sudah diperhitungkan dalam konsesi," ujarnya.

Menurut Jonan, swasta juga bisa membuat galangan kapal. "Saat ini jumlah kapal di Indonesia 14.000 unit. Adapun jumlah galangan kapal hanya 200 buah. Kalau kapal-kapal itu melakukan perawatan dengan benar, yakni setahun sekali untuk kapal penumpang dan dua tahun sekali untuk kapal barang, galangan kapal yang ada tidak akan sanggup," ujar Jonan.

Di tempat terpisah, PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan PT Pelindo I (Persero), menandatangani kredit sindikasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) tbk. Kredit Rp 2,19 triliun ini akan digunakan untuk membangun Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung, di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Direktur Utama PT Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan, pembiayaan dari sindikasi bank BUMN ini menggunakan proyek sebagai jaminan. "Ini merupakan sesuatu yang luar biasa karena perbankan percaya dengan proyek yang belum ada sama sekali," ujarnya.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung diperkirakan membutuhkan investasi Rp 3 triliun hingga akhir tahun. Selain membangun terminal, proyek ini juga akan membangun kawasan industri Kuala Tanjung seluas 3.000 hektar, terminal atau pelabuhan penghubung, dan mengembangkan kawasan industri terintegrasi. (Mil)