Membayangkan 2019 -->

Iklan Semua Halaman

Membayangkan 2019

Kamis, 07 April 2016
Dok. Kompas
Foto-foto pembangunan infrastruktur kerap muncul di media massa. Dampaknya masyarakat makin optimistis dengan masa depan. Secara perlahan, namun pasti wujud proyek-proyek itu makin terlihat. Siapakah yang akan menangguk untung ketika proyek-proyek itu selesai?

Sejak awal, pemerintah mengingatkan, ada jalan berat yang harus dilalui untuk mewujudkan semua infrastruktur. Kesabaran juga dibutuhkan karena semua proyek membutuhkan waktu yang tidak pendek. Setidaknya pada 2018 proyek tersebut baru mulai selesai. Namun, beberapa proyek sudah mulai berbentuk sehingga kita bisa membayangkan wujudnya kelak. Marilah sekarang kita membayangkan ketika proyek itu pada 2018-2019 sudah selesai.

Kita bisa naik kereta api dari Surabaya menuju Banda Aceh dengan ganti moda, yaitu kapal feri di Selat Sunda, karena berdasarkan rencana pada 2019 jalur kereta api Trans-Sumatera sudah bisa menghubungkan Lampung hingga Aceh. Masyarakat Sulawesi sudah menikmati jaringan kereta api Makassar-Parepare karena pada 2018 proyek sepanjang 144 kilometer ini rampung. Proyek MRT Jakarta juga selesai pada 2018. Seperti dilansir dari Kompas, 2 April 2016.

Pilihan angkutan juga makin bervariasi untuk melancong ke sejumlah tempat karena infrastruktur jalan tol sudah selesai. Tol Trans-Jawa sudah selesai pada 2018. Jalan tol Trans-Sumatera dan Trans-Kalimantan diharapkan sudah selesai. Kereta cepat Jakarta-Bandung untuk pertama kali beroperasi di Indonesia pada 2019.

Penerbangan ke daerah terpencil seperti Natuna dan Sangir-Talaud sangatlah sudah mudah karena pemerintah memperbaiki puluhan bandar udara kecil sehingga setidaknya bisa didarati pesawat Boeing tipe 737.

Penggunaan gas sudah merata dari bagian barat hingga bagian timur karena PT Pertamina telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur gas di Indonesia timur. Pasokan listrik meningkat sangat tajam karena proyek 35.000 megawatt selesai.

Arus barang melalui laut makin tertata karena sejumlah pelabuhan dibenahi dan perdagangan makin efisien.

Perkembangan lain adalah akses internet makin membaik karena pembangunan fasilitas internet berkecepatan tinggi atau pita lebar. Infrastruktur ini menyebabkan lalu lintas data makin merata dan makin cepat. Perbankan juga makin efisien karena satelit milik BRI diluncurkan tahun ini dan kemudian bisa digunakan untuk meningkatkan inklusi keuangan di wilayah kepulauan.

Semua itu bisa terwujud dengan asumsi pembiayaan tidak bermasalah, anggaran bisa mendukung, dan kapasitas aparat memadai. Kondisi politik tidak gaduh alias mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Apakah yang akan terjadi apabila semuanya terselesaikan? Pelajaran dari penyelesaian rel ganda di Jawa, sejumlah kota kecil mulai tumbuh, aktivitas ekonomi meningkat, dan juga lahir kelas menengah berupa pelaku ekonomi, politik, dan sosial budaya di daerah yang menopang kebutuhan sumber daya manusia setempat. Kita bisa melihat perkembangan tersebut di Pekalongan, Bojonegoro, dan Cirebon.

Secara politis, rezim Presiden Joko Widodo akan menangguk untung dari penyelesaian pembangunan infrastruktur itu menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019. Semacam kredit positif untuk pemerintahannya. Namun, keuntungan terbesar dari pembangunan ini sesungguhnya akan dinikmati semua kalangan.

Masyarakat akan menikmati akses transportasi yang lebih mudah. Mereka juga akan menikmati akses informasi yang cepat dan lebih murah. Interaksi antarwarga juga makin mudah. Keuntungan terbesar dari semua itu adalah akan lahir generasi yang lebih produktif, demokratis, dan lebih memahami keindonesian yang berkeadilan. (Uha)