Jakarta - Presiden Jokowi menyampaikan empat
pemikirannya dalam mengatasi terorisme dan radikalisme. Hal itu
disampaikan di depan 55 kepala negara pada Konferensi Tingkat Tinggi
(KTT) Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention
Center, Riyadh Arab Saudi, Minggu 21 Mei 2017.
Pertama, Jokowi menyampaikan, umat islam sedunia harus bersatu dalam
meningkatkan ukhuwah Islamiyah. “Persatuan umat Islam merupakan kunci
untuk keberhasilan memberantas terorisme, jangan lah energi kita habis
untuk saling bermusuhan,” kata Jokowi, melalui keterangan tertulis
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey
Machmudin, Minggu 21 Mei 2017 malam.
Pemikiran kedua ialah kerja sama pemberantasan radikalisme dan
terorisme harus ditingkatkan, termasuk pertukaran informasi intelijen,
pertukaran penanganan Foreign Terrorist Fighters (FTF), dan peningkatan
kapasitas.
“Semua sumber pendanaan harus dihentikan. Kita semua tahu banyaknya
dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka
penyebaran ideologi ekstrem dan radikal. Semua aliran dana harus
dihentikan,” ucap Presiden.
Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan.
Ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri, dan pemberdayaan ekonomi
yang inklusif harus diperkuat.
“Terakhir, saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi
‘part of solution’ dan bukan ‘part of problem’ dari upaya pemberantasan
terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan
perdamaian dunia,” ucap Kepala Negara. (Metrotvnews.com/Oci)
Komentar