SUMENEP – Tidak hanya Pantai Lombang dan Pantai Slopeng, sejumlah bangunan yang
berusia puluhan tahun di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak
masuk dalam wisata unggulan Visit 2018.
Sumenep memiliki beberapa bangunan kuno seperti bangunan tua dan
benteng di Desa Kalimook Kecamatan Kalianget. Bangunan berukuran besar
itu bagian peninggalan Belanda. Sementara benteng dikabarkan dibangun
oleh VOC sekitar tahun 1785.
Selain itu, wisata religi juga tidak masuk dalam wisata unggulan
Visit 2018. Wisata religi di Sumenep di antaranya Asta Tinggi, Masjid
Jamik, Asta Jokotole, Asta Sayyid Yusuf, Pangeran Baragung, Gua Payudan,
Pangeran Mandaraga.
“Mestinya ini dirawat dan dijadikan wisata unggulan. Yogyakarta
terkenal karena banyaknya situs sejarah di sana,” kata anggota Komisi IV
DPRD Sumenep, Jubriyanto.
Dalam program Visit 2018, pemerintah lebih mengedepankan wisata
bahari, seperti Pulau Gili Labak, Pulau Gili Iyang. “Dalam Visit 2018
ini, kami fokus pada wisata bahari. Sebab, Sumenep memiliki wisata
bahari yang cukup menarik. Bahkan, dari hasil kajian Jawa Timur memang
bahari. Salah satu yang sudah mulai dikenal, Gili Labak dan Gili Iyang, ”
kata Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep, Khalili.
Sehingga, sambung dia, pihaknya lebih memprioritaskan wisata bahari.
“Bahkan, untuk mengembangkan kami juga gandeng pihak investor, ”
tuturnya.
Ditanya soal wisata religi, Khalili mengatakan tidak memprioritaskan
wisata religi, namun tidak mengabaikan. Sebab, Sumenep memang lagi fokus
pada wisata bahari. Itu sudah sesuai dengan kajian Jatim dan nasional. (KoranMadura/Oci)
Komentar