Pemudapost - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia
mencapai sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya, termasuk dalam segi
kesehatan.
Dalam sepuluh tahun ke depan, Anda mungkin tidak membutuhkan obat untuk mengatasi penyakit pada level tertentu.
Yuyus
Kusnadi Ph.D, Principal Investigator Stem Cell and Cancer Institute
mengatakan, dunia kesehatan saat ini tengah mengembangkan pengobatan
dengan menggunakan sel punca (stem cell).
Sel punca merupakan sel yang memiliki kemampuan memperbarui atau meregenerasi serta bisa berkembang menjadi sel apapun.
Penyakit
degeneratif seperti gagal ginjal dan pelemahan otot jantung pada masa
depan bisa diatasi dengan menginjeksi sel punca ke tubuh pasien.
Sel
punca dapat diambil dari darah tali pusat, jaringan tali pusat, sumsum
tulang belakang, dan lemak. Namun, lemak dan sumsum tulang belakang akan
mengalami penurunan kualitas sepanjang pertambahan usia.
Pengobatan berbasis sel punca saat ini sudah ada tetapi belum berkembang pesat karena keterbatasan teknologi dan pembiayaan.
Yuyus
mengatakan, dalam konteks Indonesia, sementara ini pasien yang
diizinkan menggunakan sel punca adalah pasein yang tidak memiliki
pilihan lain.
"Stem cell sementara ini yang mengerjakan subyektif dokter. Dokternya yang approve boleh pakai stem cell apa tidak," kata Yuyus.
Untuk
pasien yang sudah tidak memiliki pilihan pengobatan lain, sel punca
biasanya diambil dari darah atau lemak. Manipulasi di laboratorium akan
dilakukan untuk menguatkan sel punca tersebut.
Selain itu, sel
punca juga bisa diambil dari tali pusar kerabat yang baru melahirkan.
Sebagai persiapan, siapa pun bisa menyimpan tali pusatnya di bank darah
untuk digunakan sewaktu-waktu.
"Ke depan itu bisa juga digunakan untuk orang lain," kata Yuyus dalam diskusi sel punca yang diadakan Sabtu (20/5/2017).
Meski sekarang belum matang, pengobatan sel punca akan populer pada masa depan. "Tunggu 5-10 tahun lagi," ungkap Yuyus.
Pengobatan
sel punca menjadi jawaban bagi kelemahan penyembuhan berbasis obat saat
ini. ”Obat selama ini hanya menghentikan gejalan, bukan memperbaiki
yang sakit," kata Yuyus.
Pasien dengan sumbatan di jantung
misalnya, tidak sembuh karena obat. Obat yang diberikan adalah pengencer
darah. Jika lebih encer, darah bisa menerobos lewat celah yang sempit
diantara sumbatan.
Pengobatan sel punca tak akan murah. Menurut
Yuyus, pengobatan sel punca dapat merogoh kocek pasien dari belasan
hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, baru terdapat sebelas rumah
sakit yang diizinkan melakukan terapi sel punya di Indonesia. Hak
sejumlah rumah sakit untuk menyediakan terapi sel punca diatur dalam
Peratusan Menteri Kesehatan raturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor
32 tahun 2014 tentang "Penetapan Rumah Sakit Pusat Pengembangan
Pelayanan Medis Penelitian dan Pendidikan Bank Jaringan dan Sel Punca."
Rumah
sakit itu antara lain Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, RS Sutomo, RS M
Djamil, RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Dharmais, RS Harapan Kita, RS
Hasan Sadikin, RS Kariadi, RS Sardjito dan RS Sanglah. (KOMPAS.com/Oci)
Komentar