Real Madrid Mempertahankan Rutinitas Jelang Final Liga Champions -->

Iklan Semua Halaman

Real Madrid Mempertahankan Rutinitas Jelang Final Liga Champions

Kamis, 01 Juni 2017
Pemudapost - Setelah memastikan diri menjadi kampiun La Liga di La Rosaleda (21/5), Malaga, Madrid melakukan perayaan di ibu kota keesokan harinya.

Pertemuan dengan para petinggi klub sambil membawa trofi pada Senin pagi diteruskan dengan perayaan di Plaza de Cibeles sampai petang hari.

Pelatih Zinedine Zidane memberikan libur dua hari untuk para anak buah dan stafnya. Menurut Marca, instruksi Zizou jelas. Mereka tak boleh berurusan dengan sepak bola agar bisa bersantai sambil menghimpun tenaga lagi.

Dengan deret kemenangan sampai pekan terakhir kompetisi domestik, gelar La Liga menegaskan bahwa moral pasukan El Real tengah berada di titik tinggi. Segi fisik juga dianggap optimal. Antonio Pintus, pelatih kebugaran, telah memastikan Madrid siap berlaga.

Kesiapan segi fisik menyisakan cedera Gareth Bale. Dani Carvajal telah siap kembali bermain setelah melewati tes kesehatan pada Selasa lalu.

Perkembangan kebugaran Bale masih harus menanti sampai saat-saat terakhir.

Setelah rehat, Zidane menjadwalkan satu sesi lebih banyak daripada jumlah hari yang tersisa menuju final di Stadion Millennium. Pada sisa 10 hari menuju Cardiff akan tergelar 11 kali latihan.

Masalah besar Madrid justru terletak pada waktu istirahat yang dua kali lipat dibandingkan dengan Juventus. Tanpa laga kompetitif dalam dua pekan, setelah melakoni rata-rata hampir dua pertandingan per pekan, bisa berubah menjadi masalah tepat di final yang dinanti-nanti.

Untuk menjaga permainan, Zidane memutuskan Madrid akan menghadapi tim junior mereka.

Eks gelandang kedua finalis itu akan tetap mengupayakan pematangan permainan dengan bola seperti yang tergelar sepanjang musim.

Logisnya, akan ada sesi pematangan taktis dan pemutaran video dengan fokus kepada Juventus. Namun, Zizou takkan mengunci pemain kepada satu tugas saja. Ia akan membebaskan para pemainnya saat berada di lapangan.

“Yang saya urus adalah apa yang kami lakukan, bukan lawan,” kata Zidane dikutip Marca.

Juventus mendapatkan hotel mewah yang biasa dipakai tim-tim besar terutama dari Wales, macam timnas sepak bola dan rugbi. Hotel yang ditempati Madrid tak semewah yang ditempati La Vecchia Signora.

Hotel Mercure di Cardiff akan menjadi tempat penginapan raksasa ibu kota Spanyol itu pada perhelatan final.

Walau kemewahannya berada di bawah Vale Resort, tempat yang akan didiami Juve, El Real tak bisa “menguasai” hotel itu kendati memiliki 165 kamar dan telah dipesan UEFA. Permintaan Madrid untuk memakai seluruh hotel tak bisa dipenuhi.

Namun, eksklusivitas Madrid tetap terjaga. Sebagian lantai hotel dikosongkan demi kepentingan klub yang telah 11 kali menjuarai Liga Champion itu.

Pemilihan hotel ini ternyata bukan tanpa alasan khusus atau lebih tepatnya alasan yang berbau takhayul.

Hotel Mercure di Cardiff memiliki kesamaan dengan hotel-hotel yang didiami Los Merengues di dua partai puncak Liga Champions terakhir mereka, masing-masing di Lisabon dan Milan.

Kesamaan itu terletak pada lokasi terkait dengan jarak ke stadion. Dua final tersebut, dengan lawan sama yang juga tetangga mereka, Atletico, dimenangi Madrid.

Perihal kesamaan rutinitas seperti sebelum-sebelumnya, Zidane praktis berpegang kepada kebiasaan. Pelatih asal Prancis itu memang tak berniat mengubah rutinitas yang telah terbentuk.

Seperti di final terakhir di Milan, timnya baru akan terbang ke Cardiff sehari sebelum pertandingan alias Jumat pagi. Zidane menggelar latihan di Stadion Millennium pada Jumat malam. Latihan itu akan diadakan setelah konferensi pers wajib. (Juara.Net/Oci)