Pemudapost - Setelah
memastikan diri menjadi kampiun La Liga di La Rosaleda (21/5), Malaga, Madrid
melakukan perayaan di ibu kota keesokan harinya.
Pertemuan dengan para petinggi klub sambil membawa trofi
pada Senin pagi diteruskan dengan perayaan di Plaza de Cibeles sampai petang
hari.
Pelatih Zinedine Zidane memberikan libur dua hari untuk para
anak buah dan stafnya. Menurut Marca, instruksi
Zizou jelas. Mereka tak boleh berurusan dengan sepak bola agar bisa bersantai
sambil menghimpun tenaga lagi.
Dengan deret kemenangan sampai pekan terakhir kompetisi
domestik, gelar La Liga menegaskan bahwa moral pasukan El Real tengah berada di
titik tinggi. Segi fisik juga dianggap optimal. Antonio Pintus, pelatih
kebugaran, telah memastikan Madrid siap berlaga.
Kesiapan segi fisik menyisakan cedera Gareth Bale. Dani
Carvajal telah siap kembali bermain setelah melewati tes kesehatan pada Selasa
lalu.
Perkembangan kebugaran Bale masih harus menanti sampai
saat-saat terakhir.
Setelah rehat, Zidane menjadwalkan satu sesi lebih banyak
daripada jumlah hari yang tersisa menuju final di Stadion Millennium. Pada sisa
10 hari menuju Cardiff akan tergelar 11 kali latihan.
Masalah besar Madrid justru terletak pada waktu istirahat
yang dua kali lipat dibandingkan dengan Juventus. Tanpa laga kompetitif dalam
dua pekan, setelah melakoni rata-rata hampir dua pertandingan per pekan, bisa
berubah menjadi masalah tepat di final yang dinanti-nanti.
Untuk menjaga permainan, Zidane memutuskan Madrid akan
menghadapi tim junior mereka.
Eks gelandang kedua finalis itu akan tetap mengupayakan
pematangan permainan dengan bola seperti yang tergelar sepanjang musim.
Logisnya, akan ada sesi pematangan taktis dan pemutaran
video dengan fokus kepada Juventus. Namun, Zizou takkan mengunci pemain kepada
satu tugas saja. Ia akan membebaskan para pemainnya saat berada di lapangan.
“Yang saya urus adalah apa yang kami lakukan, bukan lawan,”
kata Zidane dikutip Marca.
Juventus mendapatkan hotel mewah yang biasa dipakai tim-tim
besar terutama dari Wales, macam timnas sepak bola dan rugbi. Hotel yang
ditempati Madrid tak semewah yang ditempati La Vecchia Signora.
Hotel Mercure di Cardiff akan menjadi tempat penginapan
raksasa ibu kota Spanyol itu pada perhelatan final.
Walau kemewahannya berada di bawah Vale Resort, tempat yang
akan didiami Juve, El Real tak bisa “menguasai” hotel itu kendati memiliki 165
kamar dan telah dipesan UEFA. Permintaan Madrid untuk memakai seluruh hotel tak
bisa dipenuhi.
Namun, eksklusivitas Madrid tetap terjaga. Sebagian lantai
hotel dikosongkan demi kepentingan klub yang telah 11 kali menjuarai Liga
Champion itu.
Pemilihan hotel ini ternyata bukan tanpa alasan khusus atau
lebih tepatnya alasan yang berbau takhayul.
Hotel Mercure di Cardiff memiliki kesamaan dengan
hotel-hotel yang didiami Los Merengues di dua partai puncak Liga Champions
terakhir mereka, masing-masing di Lisabon dan Milan.
Kesamaan itu terletak pada lokasi terkait dengan jarak ke
stadion. Dua final tersebut, dengan lawan sama yang juga tetangga mereka,
Atletico, dimenangi Madrid.
Perihal kesamaan rutinitas seperti sebelum-sebelumnya,
Zidane praktis berpegang kepada kebiasaan. Pelatih asal Prancis itu memang tak
berniat mengubah rutinitas yang telah terbentuk.
Seperti di final terakhir di Milan, timnya baru akan terbang
ke Cardiff sehari sebelum pertandingan alias Jumat pagi. Zidane menggelar
latihan di Stadion Millennium pada Jumat malam. Latihan itu akan diadakan
setelah konferensi pers wajib. (Juara.Net/Oci)
Komentar