Jakarta – Meski tak menyandang predikat sebagai
produsen pengekspor terbanyak di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM)
terus konsisten menaikkan kapasitas pengiriman ke luar negeri. Pelan
tapi pasti, angka ekspor terus menanjak, dilihat dari performa awal
tahun ini.
Melihat data distribusi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia
(AISI), performa ekspor AHM awal tahun ini sudah berlipat ganda
dibandingkan rata-rata angka ekspor tahun lalu. Selama Januari-April
2017, total motor yang diekspor tembus 36.419.
Secara rata-rata, AHM mengapalkan sepeda motor ke pasar mancanegara
8.000-10.000 per bulan. Bandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang
masih berkutat di kisaran 4.000-5.000-an unit.
Jumlah ini terus meningkat akibat dari model-model yang selama ini
sudah jadi komoditi ekspor makin diminati. Misalnya Honda BeAT eSP ,
motor ini diekspor rata-rata 1.000-4.000 unit per bulan tahun lalu, dan
terhenti pada Agustus 2016.
Sekarang, seiring dengan hadirnya tampang baru, BeAT masih menjadi
tulang punggung pengiriman ke luar negeri, dan jumlanya makin membesar.
Rata-rata diekspor ke negara-negara Asia Tenggara, terutama Filipina.
Pemain baru di pasar ekspor adalah Vario 125 dan Vario 150 eSP yang
tahun lalu tidak berpartisipas. Duet inilah yang mampu mendongkrak
performa perusahaan dalam urursan ekpor. Debut per Januari 2017,
masing-masing sudah dikirim ke luar negeri hampir 5.000 unit.
Pelan-pelan, kontribusi ekspor pun naik. Kini AHM sudah mampu
mencaplok 29,51 persen pasar ekspor sepeda motor nasional. Sementara
Yamaha yang memang menjadi salah satu basis produksi untuk motor-motor
tertentu, masih memimpin dengan raihan 70.660 unit, atau menguasai 57,26
persen. (Kompas.com/Oci)
Komentar